WANIA – Sebagai upaya strategis dalam memutus rantai stunting dari hulu, Puskesmas Wania gencar melakukan intervensi gizi bagi remaja putri di wilayahnya. Program ini difokuskan pada pemantauan kesehatan berkala serta distribusi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah preventif mengatasi anemia, yang merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan kesehatan masa depan.
Remaja Putri: Fondasi Kesehatan Masa Depan
Puskesmas Wania menyadari bahwa remaja putri adalah calon ibu di masa depan. Oleh karena itu, kesehatan mereka menjadi prioritas agar nantinya dapat menghasilkan generasi yang berkualitas. Kolaborasi intensif telah dibangun bersama sekolah-sekolah di wilayah Wania untuk memastikan distribusi TTD berjalan rutin setiap bulan.
"Besar harapan kami agar masalah kesehatan anak bisa teratasi sejak dini. Dengan status gizi yang baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas," ungkap perwakilan Puskesmas Wania.
Waspada Anemia di Wilayah Endemik
Penanggung Jawab Program Gizi, Yuliania Dalam wawancaranya pada Rabu, (10/6/2026) mengatakan, pihak Puskesmas Wania menekankan adanya hubungan erat antara anemia dengan kondisi malaria yang kerap terjadi di daerah tersebut. Malaria dapat memicu pemecahan sel darah merah yang berujung pada penurunan kadar hemoglobin (Hb).
Untuk menjaga kadar Hb tetap normal (di atas 12 g/dL), remaja putri disarankan mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin satu kali seminggu. Agar penyerapannya maksimal, konsumsi TTD wajib dibarengi dengan asupan Vitamin C yang bersumber dari buah atau sayuran berwarna oranye.
Tips Mengenali Gejala Anemia: Remaja diminta untuk peka terhadap kondisi tubuh sendiri. Segera lakukan pemeriksaan kadar Hb ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan tanda-tanda berikut:
· Pusing atau berkunang-kunang.
· Merasa lemah, letih, dan lesu (5L).
· Mengalami penurunan konsentrasi saat beraktivitas.
Bijak Memilih Lifestyle dan Nutrisi
Menanggapi tren gaya hidup modern, Puskesmas Wania tidak melarang remaja untuk tetap eksis, namun tetap mengimbau agar mereka lebih "pilah-pilih" dalam mengonsumsi makanan. Remaja diajak untuk lebih memperhatikan kandungan gizi daripada sekadar mengonsumsi makanan kemasan. Pemilihan makanan yang tepat adalah investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak pada kualitas fisik dan kognitif remaja.
Tren Positif Penurunan Stunting
Upaya berkelanjutan ini membuahkan hasil menggembirakan. Angka prevalensi stunting di wilayah Wania kini tercatat di angka 14,23%. Capaian ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara intervensi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bekerja sama dengan UMKM setempat.
Puskesmas Wania kini menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 14% pada tahun ini. Melalui edukasi yang konsisten dan sinergi lintas sektor, Puskesmas Wania optimis dapat terus memperbaiki status gizi masyarakat dan menyiapkan generasi penerus yang lebih sehat dan tangguh.





