TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika secara resmi menyelenggarakan Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda bertempat di Timika. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons tingginya angka penularan HIV-AIDS pada kelompok usia produktif di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengungkapkan data yang memprihatinkan terkait tren kesehatan di wilayahnya. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2025 terdapat 489 kasus HIV-AIDS yang ditemukan. Sebanyak 268 kasus di antaranya, atau sekitar 54,81 persen, terjadi pada kelompok usia 15 hingga 29 tahun.
"Angka ini menunjukkan bahwa generasi muda menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap penularan HIV. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kita semua, mengingat remaja dan pemuda adalah aset pembangunan daerah yang akan menentukan masa depan Kabupaten Mimika," ujar Godfried.
Lebih lanjut, Godfried menekankan bahwa upaya pengendalian HIV tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Ia berharap para peserta workshop—yang terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan, pemuda gereja, remaja dan pemuda masjid, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)—dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungannya masing-masing.
"Peran pemuda sebagai pendidik sebaya atau peer educator sangat penting. Informasi yang disampaikan oleh teman sebaya sering kali lebih mudah diterima dan dipahami oleh kelompok seusianya," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan juga menyoroti pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Menurutnya, stigma merupakan hambatan besar yang membuat masyarakat takut untuk melakukan pemeriksaan dan mengakses pengobatan.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum bagi para pemuda untuk membangun jejaring kolaborasi dalam mengampanyekan gaya hidup sehat dan bertanggung jawab. Peserta didorong untuk aktif berdiskusi dan menyusun rencana aksi nyata yang dapat diimplementasikan, baik di lingkungan kampus, komunitas, maupun organisasi keagamaan.
"Pengetahuan yang diperoleh hari ini hendaknya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diteruskan kepada teman, keluarga, dan masyarakat luas. Mari kita wujudkan generasi muda Mimika yang sehat, produktif, dan bebas dari HIV," tutup Godfried sebelum membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi akselerator dalam memperkuat edukasi dan promosi kesehatan bagi generasi muda di Kabupaten Mimika, demi menekan laju penularan HIV di masa depan.




