TIMIKA, PAPUA TENGAH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengambil langkah tegas untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data kesehatan dengan menggelar kegiatan "Penyegaran Bagi Petugas Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) / SIGIZI KESGA". Kegiatan strategis yang melibatkan perwakilan dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Mimika ini berlangsung di Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang juga menghadirkan tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, SST., Bd., M.Keb., didampingi Kepala Bidang Kesehatan, Carolina Heatubun.
Tiga Pilar Data Berkualitas
Dalam sambutannya, Dr. Sisma HL menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan kesehatan. Ia menggarisbawahi bahwa seluruh petugas di tingkat Puskesmas—sebagai garda terdepan pengelola data—wajib memegang teguh tiga pilar utama dalam pencatatan:
· Akurat: Data intervensi gizi harus mencerminkan fakta riil di lapangan tanpa kekeliruan.
· Lengkap: Seluruh instrumen capaian dalam aplikasi pelaporan harus terisi secara menyeluruh.
· Up-to-Date: Data harus disajikan secara berkala dan real-time sesuai kondisi mutakhir ibu dan anak di wilayah kerja masing-masing.
"Data e-PPGBM dan SIGIZI KESGA ini memberikan gambaran utuh bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan. Jika terjadi kekeliruan dalam penginputan, maka perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program intervensi yang diambil dipastikan tidak akan tepat sasaran," tegas Dr. Sisma.
Menyamakan Persepsi untuk Standardisasi
Pertemuan ini menjadi ajang krusial untuk menyamakan definisi operasional dari setiap variabel pelaporan yang ada dalam dashboard digital Kemenkes. Dengan standardisasi pemahaman ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan interpretasi saat petugas menginput data capaian gizi di Puskesmas masing-masing.
Dr. Sisma juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpetugas. Ia meminta agar seluruh peserta yang hadir dapat mentransfer ilmu yang didapatkan kepada rekan sejawat di Puskesmas masing-masing, sehingga kualitas data yang seragam dapat terjaga di seluruh pelosok Kabupaten Mimika.
Pengabdian untuk Generasi Masa Depan
Menutup arahannya, Dr. Sisma memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola data gizi yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia mengajak para petugas untuk memaknai tugas ini tidak sekadar sebagai pekerjaan administratif, melainkan sebuah bentuk pengabdian.
"Mari kita niatkan seluruh kerja keras, curahan tenaga, dan waktu dalam mengelola validitas data gizi ini sebagai ibadah. Ini adalah langkah nyata kita demi kemaslahatan serta perbaikan mutu generasi masa depan di Kabupaten Mimika," pungkasnya.




