items



Kirim

Dinkes Mimika Perkuat Layanan Kesehatan Mental Melalui Pengobatan ODGJ dan Konsultasi Psikologi



TIMIKA, PAPUA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan kesehatan mental masyarakat melalui penyediaan layanan pengobatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan sesi konsultasi psikologi gratis. Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Timika ini berlangsung pada Jumat (8/5/2026) dan direncanakan berjalan selama dua hari ke depan.

Langkah ini diambil untuk memperkecil celah aksesibilitas layanan kesehatan jiwa di wilayah tersebut, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kejiwaan Dinkes Mimika, Feika Rande Ratu, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif. Tidak hanya menyasar pasien dengan gangguan berat, layanan ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan bantuan dalam mengelola beban psikologis sehari-hari.

"Hari ini kami melakukan penguatan jiwa bagi ODGJ, manajemen stres, dan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan psikolog. Ini merupakan langkah awal kami untuk memastikan warga Mimika mendapatkan pendampingan mental yang layak," ujar Feika saat memantau jalannya kegiatan.

Meskipun baru dimulai, tercatat sedikitnya 60 warga telah mendaftar. Namun, Feika memberikan catatan edukatif mengenai durasi penanganan medis jiwa yang berbeda dengan medis umum. Satu sesi konsultasi psikologi mendalam memerlukan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, sehingga pembatasan kuota harian terpaksa dilakukan demi menjaga kualitas interaksi antara tenaga ahli dan pasien.

Untuk menyiasati keterbatasan tenaga spesialis di Kabupaten Mimika yang saat ini hanya berjumlah satu orang, Dinkes Mimika mendatangkan dokter spesialis jiwa dari Jayapura, dr. Manoe Bernd Paul.

Dalam tinjauan medisnya, dr. Manoe mengungkapkan temuan yang bervariasi pada kelompok usia yang berbeda:
Pasien Dewasa: Ditemukan gejala berat seperti halusinasi dan gangguan proses berpikir. Ironisnya, banyak kasus ditemukan pada pasien lama yang sempat mengalami "putus obat" akibat minimnya dukungan keluarga—sebuah pengingat penting bagi masyarakat akan krusialnya sistem pendukung (support system) dalam proses pemulihan.
Pasien Anak: Terjadi tren peningkatan kunjungan terkait gangguan perkembangan saraf (neurodevelopmental disorders). Kasus yang mendominasi meliputi Autism Spectrum Disorder (ASD) dan disabilitas intelektual yang disertai tantrum serta perubahan perilaku yang sulit diarahkan.

Keberhasilan layanan kesehatan mental tercermin dalam testimoni Rizki, salah satu pasien yang telah berjuang melawan depresi sejak tahun 2023. Setelah menjalani pengobatan rutin, ia kini dapat kembali berinteraksi sosial dan beraktivitas secara produktif.

"Dulu saya gelisah, tidak bisa tidur, dan ingin lari dari rumah. Sekarang, setelah rutin berobat, saya sudah bisa membantu pekerjaan di rumah dan kembali berolahraga. Saya merasa lebih tenang," ungkap Rizki dengan nada optimis.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat menghapus stigma negatif terhadap gangguan jiwa dan mendorong masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional. Dengan penanganan yang tepat dan deteksi dini, gangguan jiwa bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan sebuah kondisi yang dapat dikelola menuju pemulihan yang berkelanjutan.

Iklan

Info Dinkes Mimika