items



Kirim

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kawal Kesehatan Remaja Putri demi Generasi Emas



MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Dinas Kesehatan, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan bagi Remaja Putri tingkat SMP dan SMA yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan ini merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian kegiatan intensif yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Senin lalu. Agenda ini dirancang khusus untuk membangun sistem pendukung yang solid dan terintegrasi bagi kesehatan remaja di seluruh wilayah Mimika.

Kegiatan ini menonjol karena pendekatannya yang inklusif, tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga merangkul ekosistem pendidikan secara luas. Peserta yang hadir meliputi Kepala Sekolah, perwakilan guru UKS, Ketua OSIS sebagai representatif penggerak sebaya, hingga jajaran Kepala Puskesmas serta Penanggung Jawab Program Gizi dari tiap distrik di Kabupaten Mimika.

Kepala Bidang Dinas Kesehatan Mimika, Carolina Heatubun, dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan remaja sangat bergantung pada sinergi antar-lembaga yang harmonis.

"Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sekolah dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta instansi pembina seperti Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama," ujar Carolina.

Ia menambahkan bahwa peran Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama sangat krusial, mengingat wewenang mereka dalam mengelola institusi pendidikan formal, termasuk madrasah dan sekolah berbasis yayasan yang menjadi basis utama intervensi remaja.

Salah satu poin krusial dalam evaluasi ini adalah akselerasi cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Program ini menjadi intervensi spesifik pemerintah untuk memutus mata rantai anemia pada remaja putri, yang sering kali menjadi masalah kesehatan laten namun berdampak besar pada produktivitas.

Melalui koordinasi ini, sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan para siswi mendapatkan dan mengonsumsi TTD secara rutin. Hal ini bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan investasi jangka panjang agar remaja putri Mimika tetap bugar, fokus dalam belajar, dan terhindar dari risiko kesehatan kronis.

Secara edukatif, Carolina menjelaskan bahwa kesehatan remaja putri adalah fondasi utama bagi pembangunan bangsa. Sebagai calon ibu, kondisi kesehatan mereka saat ini akan menentukan kualitas generasi yang akan dilahirkan di masa depan.

“Dengan memastikan kondisi kesehatan mereka sejak dini, kita turut mempersiapkan kehamilan yang sehat serta kelahiran generasi yang berkualitas di masa depan,” tegasnya.

Terdapat tiga urgensi utama yang menjadi fokus dalam intervensi ini:
· Pencegahan Stunting: Memutus rantai stunting sejak masa pra-konsepsi (remaja).
· Peningkatan Kualitas SDM: Memastikan remaja memiliki daya saing dan produktivitas tinggi melalui fisik yang prima.
· Kesadaran Mandiri: Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai gaya hidup permanen.


Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Mimika optimis bahwa pelayanan kesehatan bagi remaja putri tidak lagi berjalan secara parsial. Ke depan, inisiatif ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas generasi mendatang di Tanah Mimika.

Iklan

Info Dinkes Mimika