Banner utama

Flayer Informasi
Foto 1
Foto 1
Foto 2
items



Kirim

Perkuat Sinergi, Dinkes Mimika Dorong Implementasi Layanan Terpadu One Stop Service TBC-HIV



TIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit menular. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan layanan terpadu One Stop Service (OSS) TBC-HIV bagi seluruh fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.

Upaya penguatan ini diawali dengan kegiatan sosialisasi yang ditujukan bagi para penanggung jawab program TBC dan HIV dari seluruh rumah sakit serta puskesmas se-Kabupaten Mimika. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Mei 2026, di salah satu hotel di Timika ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs.

Dalam sambutannya, Godfried Maturbongs menekankan bahwa TBC dan HIV merupakan dua tantangan kesehatan yang saling berkelindan. Menurutnya, pemisahan penanganan kedua penyakit ini justru akan menghambat efektivitas pengobatan pasien.

"Infeksi HIV secara signifikan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko seseorang untuk terpapar TBC. Sebaliknya, TBC merupakan salah satu penyebab utama kematian pada Orang Dengan HIV (ODHIV). Oleh karena itu, pelayanan keduanya tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah," tegas Godfried.

Melalui pendekatan OSS TBC-HIV, Dinas Kesehatan Mimika berupaya menyederhanakan alur pelayanan bagi pasien. Dalam sistem ini, seluruh rangkaian penanganan kesehatan dilakukan dalam satu alur terintegrasi di fasilitas kesehatan, yang meliputi:

· Skrining dan Diagnosis: Deteksi dini yang dilakukan secara simultan.

· Pengobatan dan Konseling: Pemberian terapi obat dan pendampingan psikologis dalam satu pintu.

· Rujukan dan Administrasi: Proses rujukan serta pencatatan dan pelaporan data yang lebih sistematis.


Godfried menjelaskan bahwa efisiensi birokrasi layanan ini sangat krusial bagi keselamatan pasien. “Melalui OSS TBC-HIV, pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan komprehensif. Dengan akses yang tidak berbelit-belit, peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, para penanggung jawab program di rumah sakit dan puskesmas diharapkan dapat segera mengimplementasikan standar pelayanan OSS di unit kerja masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memutus mata rantai penularan TBC dan menurunkan angka mortalitas akibat komplikasi TBC-HIV di Negeri Amungsa.

Dengan adanya layanan satu pintu ini, Dinkes Mimika optimis pemantauan terhadap pasien akan menjadi lebih akurat, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam mengakses hak kesehatan mereka.

Iklan

Info Dinkes Mimika