TIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperketat kewaspadaan terhadap peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak sekolah. Masyarakat diimbau meningkatkan perlindungan diri, menggunakan masker di tempat ramai, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, S.IP., M.M.Kes., menyampaikan imbauan tersebut saat ditemui awak media di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (24/8/2026).
Godfried menjelaskan, lingkungan sekolah menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena anak-anak beraktivitas bersama dalam waktu yang cukup lama. Interaksi yang intensif, baik saat proses belajar maupun waktu istirahat, dapat meningkatkan peluang penularan penyakit pernapasan.
“Terjadi peningkatan penyakit ISPA, lebih khusus kepada anak-anak sekolah. Mereka selain berangkat dari rumah ke sekolah, saat waktu istirahat juga pasti ada interaksi di luar,” ujarnya.
Ia menambahkan, seorang anak yang mengalami batuk atau gejala gangguan pernapasan dan tetap beraktivitas bersama teman-temannya dalam ruangan yang sama berpotensi mempercepat penyebaran penyakit.
“Ketika ada satu anak batuk, kemudian berada bersama teman-temannya selama berjam-jam dalam satu ruangan, penyebaran sebuah penyakit bisa sangat cepat,” katanya.
Karena itu, Dinkes Mimika mendorong penerapan langkah pencegahan sederhana namun penting, seperti menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dekat ketika sedang mengalami gejala penyakit pernapasan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan berbagai penyakit. Jika muncul keluhan seperti batuk, demam, pilek, atau sesak napas, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Dinkes Tetap Waspadai Malaria
Selain ISPA, Dinkes Mimika juga terus memperkuat upaya pencegahan malaria. Menurut Godfried, perkembangan nyamuk penular malaria sangat dipengaruhi kondisi iklim dan lingkungan.
“Malaria ini, seperti yang beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan, perkembangbiakan nyamuk malaria sangat dipengaruhi oleh iklim. Kalau panas, dingin, panas, kemudian hujan, proses perkembangbiakannya bisa cepat,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi malaria di Mimika saat ini belum dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dinkes tetap melakukan langkah antisipasi, termasuk penyemprotan di wilayah yang membutuhkan.
“Untuk saat ini bukan kejadian luar biasa, tetapi kejadian yang biasa. Kita sedang berusaha bagaimana melakukan penyemprotan dan langkah-langkah lainnya,” ungkapnya.
Masyarakat, kelurahan, maupun wilayah yang membutuhkan intervensi pengendalian nyamuk dapat berkoordinasi dengan Dinkes Mimika agar penanganan dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Belum Ada Instruksi Pembagian Masker
Terkait kemungkinan pembagian masker oleh pemerintah daerah, Godfried mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari Bupati Mimika.
“Sampai saat ini belum ada instruksi khusus dari Pak Bupati terkait bagaimana pemerintah berperan aktif dalam pembagian masker,” katanya.
Dinkes Mimika masih akan berkoordinasi dengan Bupati Mimika untuk menentukan langkah yang paling tepat dalam meningkatkan perlindungan masyarakat.
Sementara terkait informasi ketersediaan masker dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Dinkes Mimika akan melakukan pengecekan kepada Sekretariat Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengenai jumlah serta mekanisme distribusinya kepada kabupaten/kota.
MCU ASN Disiapkan Secara Bertahap
Dalam kesempatan yang sama, Godfried menyampaikan bahwa Dinkes Mimika juga sedang mempersiapkan pelaksanaan Medical Check Up (MCU) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Mimika agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh bagi pegawai pada organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk ASN yang bertugas di distrik dalam wilayah kerja masing-masing OPD.
Dinkes kini menyusun skema pelaksanaan bersama rumah sakit agar pemeriksaan dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh pegawai.
“Kita lagi membuat desain. Ada OPD, termasuk distrik yang ada di dalam wilayah kerja OPD untuk melaksanakan MCU,” jelasnya.
Menurut Godfried, mekanisme dan lokasi pemeriksaan masih didiskusikan bersama pihak rumah sakit. Pelaksanaan nantinya akan disesuaikan berdasarkan OPD dan wilayah kerja sehingga seluruh ASN memperoleh kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Kita lagi diskusi dengan rumah sakit terkait skema bagaimana supaya pusat pemeriksaan kegiatan dalam rangka menyelenggarakan MCU itu bisa berjalan. Jadi semua lokus akan diatur,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong deteksi dini, pencegahan penyakit, dan peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan pemerintahan.
Dinkes Mimika mengajak masyarakat menjadikan kewaspadaan terhadap ISPA dan penyakit lainnya sebagai tanggung jawab bersama. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika diperlukan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera mengakses fasilitas kesehatan ketika muncul gejala, risiko penularan penyakit dapat ditekan.
Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan kerja, hingga ruang publik.
