TIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Pelatihan Fasilitator Integrasi Pelayanan Primer (ILP) serta Orientasi Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Mimika, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu Puskesmas dan Klinik, Tim Mutu RS Waa Banti, serta jajaran Dinkes Mimika. Pelatihan diarahkan untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan fasyankes dalam menerapkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada siklus hidup masyarakat.
Ketua Panitia, Muhammad Nuri, menjelaskan bahwa penerapan ILP mengacu pada Permenkes Nomor 19 Tahun 2024, yang mengubah pendekatan pelayanan Puskesmas dari berbasis program menjadi pelayanan terpadu berdasarkan siklus hidup. Implementasinya mencakup lima klaster, yakni manajemen, ibu dan anak, dewasa dan lansia, penyakit menular dan surveilans, serta lintas klaster.
Di Mimika, ILP telah mulai diterapkan sejak 2024 pada enam Puskesmas di wilayah perkotaan. Penguatan kapasitas dinilai penting untuk menyamakan pemahaman dan memastikan penerapannya berjalan efektif di lapangan.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, menegaskan bahwa ILP bukan sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi perubahan cara tenaga kesehatan memberikan pelayanan.
“Masyarakat tidak datang ke Puskesmas dengan membawa label program. Masyarakat datang karena membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Carolina juga menekankan bahwa mutu dan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab seluruh unsur fasyankes. Data Indikator Nasional Mutu (INM) dan Indikator Keselamatan Pasien (IKP) harus dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan, bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan.
Ia mendorong tenaga kesehatan terbuka dalam menemukan dan menyampaikan persoalan di lapangan agar dapat segera dicari solusinya.
“Menemukan masalah bukan berarti mencari kesalahan, tetapi merupakan langkah awal untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Mimika berharap penerapan ILP semakin konsisten, budaya mutu semakin kuat, dan pelayanan kesehatan primer mampu memberikan layanan yang aman, terintegrasi, adaptif, serta sesuai kebutuhan masyarakat Mimika.
