TIMIKA — Bupati Mimika Johannes Rettob secara resmi membuka kegiatan Workshop "Penguatan BLUD Puskesmas untuk Pelayanan Prima di Pesisir dan Pegunungan" pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan strategis ini ditujukan untuk mendorong fleksibilitas dan profesionalisme tata kelola fasilitas kesehatan demi menghadirkan pelayanan publik yang bermutu bagi masyarakat.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Mimika, Pejabat Sekretaris Daerah Mimika, Kepala Dinas kesehatan Mimika Godfried Maturbong, serta para kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Mimika. Selain itu, hadir pula 16 pimpinan BLUD Dinas Kesehatan Mimika serta para Kepala Puskesmas dari wilayah pesisir dan pegunungan yang bersiap menjadi calon pemimpin BLUD.
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Antardaerah
Workshop kali ini terasa istimewa dengan kehadiran rombongan kaji banding dari Kabupaten Boven Digoel. Kehadiran mereka yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A DPRK, Asisten II Bidang Kesra, Kepala Bagian Perekonomian, hingga jajaran Kepala Baperinda, BPKAD, Inspektorat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, disambut hangat oleh Pemkab Mimika.
Bupati Mimika dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan kerja ini. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana penting dalam memperkuat sinergi antardaerah di tanah Papua, khususnya pada sektor kesehatan.
"Tantangan pelayanan kesehatan di wilayah Papua, baik pesisir maupun pegunungan, membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, merata, dan berkualitas," tegas Bupati Mimika.
Untuk membedah penerapan regulasi secara komprehensif, panitia menghadirkan narasumber berkompeten dari Direktorat Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) serta akademisi dari FISIP Universitas Indonesia (UI).
Strategi BLUD: Menuju Pelayanan One Stop, Any Stop, Non Stop
Dalam sambutannya, Bupati Mimika menggarisbawahi bahwa tema workshop sangat relevan dengan kebutuhan geografis Papua yang menantang. Puskesmas sebagai garda terdepan wajib didukung oleh tata kelola yang adaptif dan profesional.
Penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas dipandang sebagai langkah taktis yang memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Hal ini dinilai mampu mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana penunjang di lapangan.
Lebih lanjut, transformasi pelayanan kesehatan ini diharapkan mampu memenuhi tiga prinsip utama pelayanan publik modern, yaitu:
One Stop: Pelayanan yang terintegrasi di satu tempat.
Any Stop: Kemudahan akses pelayanan di mana pun.
Non Stop: Kesiapan pelayanan yang berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Di akhir sambutan yang ditutup dengan sapaan adat Amolongo, Nimaowitimi, Saipa, Bupati Mimika berharap seluruh peserta—baik dari Mimika maupun Boven Digoel—dapat menyerap ilmu dari narasumber dan saling berbagi praktik terbaik (best practices) implementasi BLUD yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.
"Mari jadikan kegiatan ini sebagai sarana memperkuat komitmen dan pengabdian kita dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali," pungkasnya, sesaat sebelum meresmikan pembukaan workshop secara formal.




