items



Kirim

Dinkes Mimika Gelar Workshop Tatalaksana Filariasis, Perkuat Langkah Menuju Eliminasi 2030


TIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika secara resmi membuka kegiatan Workshop Tatalaksana Kasus Kronis Filariasis Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (01/07/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis daerah untuk mempercepat target eliminasi penyakit kaki gajah di Mimika pada tahun 2030 mendatang.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, SST., Bd., M.Keb., mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Workshop ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari dokter, penanggung jawab (PJ) program filariasis, serta PJ promosi kesehatan (promkes) dari 26 Puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Mimika.

Dalam arahannya, Dr. Sisma menekankan agar penanganan filariasis tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan untuk mengedepankan tanggung jawab moral dalam menemukan dan menangani kasus di lapangan.

"Ini bukan lagi soal formalitas, melainkan ladang ibadah bagi kita semua. Jika kita melihat kasus yang sebenarnya bisa dicegah namun masih ada di masyarakat, hati kita harus merasa teriris. Kita memiliki ilmunya, tanggung jawabnya, dan anggarannya tersedia," tegas Dr. Sisma.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran tim Promkes sebagai ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, edukasi publik dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat menjadi kunci agar warga bersedia melakukan pemeriksaan dini dan disiplin mengikuti pengobatan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Mimika, Kamaluddin, dalam laporannya memaparkan bahwa hingga tahun 2026, masih tercatat dua kasus kronis filariasis di Mimika. Untuk memutus rantai penularan, Pemkab Mimika telah melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) selama delapan tahun berturut-turut.

Mimika sendiri terus menunjukkan progres positif dalam surveilans epidemiologi. Setelah dinyatakan lulus Pre-Transmission Assessment Survey (Pre-TAS) pada 2024 dan Transmission Assessment Survey 1 (TAS 1) pada 2025, daerah ini kini bersiap menuju evaluasi TAS 2 pada 2027 hingga nantinya mencapai status sertifikasi bebas filariasis pada 2030.

Workshop yang didanai melalui APBD Dinkes Mimika TA 2026 ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu Sunardi, SKM., M.M., M.K.N., yang membawakan materi terkait tatalaksana kasus, perawatan mandiri bagi penderita kronis, serta sistem pelaporan yang akurat. Melalui diskusi interaktif dan simulasi perawatan mandiri, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis tenaga medis dalam deteksi dini serta penanganan komprehensif bagi penderita, guna memastikan Kabupaten Mimika bebas dari ancaman penyakit kaki gajah.

Iklan

Info Dinkes Mimika