items



Kirim

Pemkab Mimika Perkuat Penanggulangan TBC Lewat Pembentukan TP2TB Lintas Sektor


TIMIKA
— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dalam menanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan memprakarsai pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).

Langkah serius ini dibahas dalam forum resmi di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Utama

Dalam arahan Bupati Mimika yang dibacakan oleh Ananias Faot, ditekankan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan semata.

Persoalan TBC memiliki kaitan erat dengan berbagai dimensi kehidupan, mulai dari:

·         Kondisi kesehatan dan lingkungan tempat tinggal.

·         Aspek sosial ekonomi serta produktivitas masyarakat.

·         Perilaku hidup dan mobilitas penduduk yang tinggi.

Oleh karena itu, kehadiran TP2TB dirancang untuk menyatukan kekuatan lintas sektor—mulai dari perangkat daerah (OPD), fasilitas kesehatan, TNI-Polri, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga media massa—dalam satu sistem kerja yang terpadu.

Fokus Strategis dan Aksi Nyata TP2TB

Pemerintah daerah menegaskan agar TP2TB tidak sekadar menjadi wadah administratif atau berhenti pada penyusunan Surat Keputusan (SK) semata. Tim ini diwajibkan memiliki target terukur, meliputi:

1.      Penguatan Penemuan Kasus & Pelacakan Kontak: Memperluas deteksi dini serta melacak kontak erat agar pasien segera mendapatkan penanganan medis sekaligus menekan laju penularan di masyarakat.

2.      Pendampingan Berkelanjutan Hingga Sembuh: Memastikan tidak ada pasien yang mengalami putus berobat (default). Pendampingan intensif ini melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, hingga pemerintah tingkat distrik dan kampung.

3.      Integrasi Data yang Akurat: Memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan lintas sektor agar pemerintah memiliki basis data yang kuat untuk pemetaan wilayah, pengalokasian anggaran, serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

4.      Pereduksian Stigma Sosial: Menggencarkan edukasi publik guna menghapus stigma negatif terhadap penyintas TBC, sehingga pasien dan keluarga lebih terbuka untuk mengakses pengobatan tanpa rasa takut dikucilkan.

Pendekatan Wilayah dan Penyelarasan Anggaran

Mengingat karakteristik geografis Kabupaten Mimika yang beragam—mencakup kawasan perkotaan, distrik, kampung, wilayah terpencil dengan akses terbatas, hingga area dengan mobilitas tinggi—strategi penanganan TBC akan disesuaikan secara spesifik dengan kondisi wilayah masing-masing.

Selain itu, Bupati Mimika menginstruksikan agar program kerja TP2TB diselaraskan secara langsung dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJMD, RKPD, Renstra, Renja OPD, hingga APBD. Langkah ini krusial agar setiap kegiatan memiliki arah yang jelas, target terukur, serta dukungan finansial yang akuntabel.

Melalui sinergi kuat dari tingkat kabupaten hingga ke akar rumput di distrik dan kampung, Pemkab Mimika optimistis upaya eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Mimika yang lebih sehat dan produktif.